Memory Evan Sanders…


Duh Duh Duh… dunia per-infotainment-an heboh banget ya kyanya denger seorang adam yang nongol dengan adam yang lain dengan foto mesra ituh… Jadi inget… 2006, Female Hostel, F6, kamar 17, Jerudong, Brunei Darussalam….

Meika: Naila **temen dr UI yang student exchange di brunei juga yang akhirnya menjadi dekat sekali seperti adikku…** malem ini kita nonton film apa lagi ya… stok film udah habis neh… malem ini pasti yakin ga bisa tidur cepet neh…sesiangan tidur ajah…

Naila: Pinjem film tetangga kamar depanmu itu lo mbak… dia ada film tuh… tuker2an film ajah…

Meika: Nai… adanya film Indonesia… du du du… ampun dah… DEALOVA pun…

Naila: Ya wes mbak…daripada ga ada yang lainnya buat ditonton…

Akhirnya kami pun menonton DEALOVA bersama… **Orang brunei suka banget film Indonesia…dan saat itu brunei lagi heboh ama filmnya acha dan irwansyah… tetep ya..aku dan naila ga nonton…dah diputer di Indonesia jaman bahelak… walaupun sampai sekarang aku juga lum nonton…hehehe…** padahal aku dan naila jelas lah tidak menonton film ini ketika jaman dulu kala Dealova diputar di Indonesia…

Meika: Ampun nai…IBEL ganteng banget ya… suka deh ma ibel… **baru pertama kali tau Evan Sanders… taunya di Brunei pun… padahal remaja2 brunei sudah tergila-gila sama aktor inih…**

Naila: Aku suka Dira **Benjamin Joshua** mbak… mirip banget ma temenku di UI yang jahil juga…

Bahasan kami pun mengupas satu-satu di pemain Dealova sampai ke tokoh Karra yang akhirnya mendapatkan dua-duanya baik Dira maupun Ibel. Sampai akhirnya kami membahas artis-artis Indonesia… karena kami haus infotainment ya… secara di Brunei televisinya super duper hm… ama TVRI ajah jauh…

Dan kami sempat menyimpulkan bahwa Evan Sanders itu bukan pecinta adam… tapi apapun pilihannya…

jangan fitnah evan sanders = gay **author dimas**

Jogja! Hm… padahal dulu daku ngefans sekali sama mas Evan… Jadi pengen nonton dealova lagi…. **Tetep ngefans ma mas evan…** ganteng dan berbodi keren, jago nge-mc pun… tapi… apakah makhluk hawa yang manis sepertiku ini diliriknya ya… **Plak!!! Sadar Meika…**

Advertisements

OTAK sama dengan TOPLES…


Menjelang ujian aku sama naila stress..stressnya bukan karena ujian tapi karena melihat behavior orang-orang asrama kita. Bukan orang-orang seh..tepatnya cuma 2 orang yaitu Rahma (Singapore) dan Nhung (Vietnam) yang udah aku certain di blog sebelumnya.

Nah..mereka berdua itu punya jadwal belajar 24 jam dan hanya istirahat di waktu-waktu tertentu…Naila bilang “kok bisa kaya gitu ya…apa otaknya ga pecah tuh…bleeding kali…” hehehe…Emang “gila” mereka berdua itu…Saluuuuuutttttt….

Nah kalo kita…kita belajar donk…kita pake system SKS. Eitz..tunggu dulu…SKS disini bukan “Sistem Kebut Semalam” ya…tapi “Sistem Kebut Seminggu”…ya lumayan… seminggu ngebut belajar…ada improvement sedikit di Brunei…hehehe…

Trus…kalo lagi pusing..istirahat donk…kita mah…acara makan malem itu seringnya dibarengi ama nonton film…Tapi filmnya sama terus yang kita tonton…abis ga ada supply film lagi…Tau ga filmnya apa…”DEALOVA” film Indonesia yang kita tonton di Brunei…padahal di Indonesia dah basi banget… Soalnya di film ini kita ngefans sendiri-sendiri…Aku suka sama IBEL…ugh…ganteng…Naila suka sama Dira…ganteng juga… (Sial tuh si Karra…masa dapet dua-duanya…). Berarti jam istirahat belajar kita panjang…

Nah semalem…sambil makan malem kita ga nonton film tapi diskusi tentang study hard muncul deh..gara-gara kita inget konsep guru-guru kita jaman sekolah dulu…(sebelum kuliah gitu deh…). Kita obrolin sebuah konsep analogi bahwa OTAK SAMA DENGAN TOPLES!!!!

Reasonnya…

1. Toples itu kan pertama kosong tuh…

**baca selengkapnya di interpretatione…**

Citacita.. dan Cinta…


Hari demi hari…berlalu…satu demi satu kususun hidupku dengan penuh cita-cita yang selalu kuperjuangkan untuk dapat kuraih…sampai aku benar-benar bisa menggenggamnya… Aku bisa dengan jelas menyusun itu semua…dengan buku agendaku yang tak pernah tertinggal…yang selalu mengingatkannku apa yang harus kulakukan hari ini dan esok…apa yang harus keselesaikan hari ini dan esok…dengan semua keterbatasanku dan kemampuanku…

 
Aku terus menyusun dan menyusun…dengan semangat yang hampir jarang padam…demi menjadi seseorang yang “something”… Sudah kudapatkankah semua ini… kumencari jawaban ini dalam malam2ku ketika mata tak kunjung terpejam…

 
Semuanya…semuanya…dengan semua yang aku raih hari ini…aku berhutang banyak terima kasih untuk semua yang telah membatuku, men-support-ku, memberikan waktunya ketika ku membutuhkan, membuka tangannya ketika ku butuh bantuan…memberikan pelukan kasih sayang, menyidang aku ketika kulakukan banyak kesalahan dan bahkan mencoba membuatku tersenyum ketika kumenitikkan air mata….Terima kasih yang tak terhingga kuucapkan untuk orang-orang yang akan selalu terkenang dan terukir dalam sejarah hidupku dan hatiku….

 
Tapi dari semua itu…aku merasakan…memperjuangkan cita-cita dan cinta dalam waktu yang bersamaan ternyata tidak mudah…tak semuanya bisa kuraih…tak semua hal bisa kuperjuangkan…dan aku tau..aku hanyalah manusia yang selalu dan akan selalu punya keterbatasan…Kadang aku merasa harus memilih…walaupun kutau itu semua bisa dilakukan bersama…

 
Kupanjatkan doaku untuk meminta yang terbaik…untuk membuat hati ini dalam ketenangan…dalam rasa yang nyaman…agar tak merasa gelisah untuk menghadapi masa depan yang selalu menjadi misteri….


Kuucap Basmallah dan kulangkahkan kakiku…berharap bahwa aku tak salah melangkah dan selalu percaya…bahwa Allah tak akan pernah memberiku cobaan di luar batas kemampuanku….
Dan aku percaya…suatu hari nanti… ketika saatnya tiba…

Aku akan bisa…membuatnya seiringan….Cita-cita….dan Cinta….

 

Brunei Darussalam, Oct 15, 2006

I Miss Indonesia


Betapa bangganya aku pada negriku Indonesia…
Betapa nyamannya tinggal di negri sendiri Indonesia…

Rasa nasionalismeku menjadi lebih besar…
Rasa banggaku akan Indonesia bertambah…
Ketika kau bertemu dengan orang-orang yang dari negri tah brantah…
Dengan bangga ku ceritakan negriku…
Dan kuajak mereka mengunjungi negriku…
Untuk melihat keindahan dan keelokan negriku…

Sungguh…
Indonesia tidak seburuk yang kau kira…
Indonesia tidak seburuk yang kau rasakan…
Karena masih banyak negara lain…
Yang juga mengalami ketidakberesan sistem ini itu…

Satu kesimpulan yang kudapat ketika ku tidak berada di Indonesia…
Siapapun dia…pasti akan bangga dengan negrinya sendiri…
Siapapun dia…pasti akan banyak bercerita tentang negrinya…
Dan itu akan terjadi bila kau bertemu dengan…
Orang-orang yang dari negri tah brantah…dari manapun itu…

And…I really miss Indonesia….

 

“Jerudong, Brunei Darussalam, Sept 14, 2006”