#dagadudjokdjaitu…


Happy Anniversary 18th Dagadu Djokdja

Happy Birthday 18th Dagadu Djokdja

Tidak terasa ketika usia bertambah dalam sebuah perjalanan kreatif demi karya untuk Jogja tercinta..

#jogjaitu gudangnya kreatifitas. #jogjaitu tempat saya dilahirkan, sampai saya menyelesaikan S2 saya, sampai saya bisa berbisnis dan menghadirkan @cokelatroso dan kini hadir @batikadhika.

Begitu banyak arti #jogjaitu untuk saya sampai rasanya perlu menulis lagi di blog yg jarang saya jabanin lagi..

#jogjaitu tempat saya kuliah dan belajar menjadi mahasiswa “plus” yang tidak hanya sekedar kuliah namun juga kenal sama namanya part time job! Walaupun Dagadu Djokdja buka tempat pertama saya ber-part time namun sangat memberi kesan…

Kesan yang sangat mendalam dan juga menorehkan dalam sejarah perjalanan hidup saya.. maka di 18 tahun Dagadu Djokdja saya akan bercerita #dagadudjokdjaitu

#dagadudjokdjaitu…

* Tempat dimana saya ber part time sebagai GARDEP “Garda Depan” Angkatan 16 dimana saya masuk tahun 2002 dulu selama 10 bulan. Dan pernah menjadi Tim Oblong Training / OT (tim yang kerjaannya menyeleksi garda depan selama 1 tahun).

* Tempat saya belajar tentang bisnis dengan mentor-mentor yang galak pada masa itu.. Marketing: Pak Fuad dan Mbak Shinta, Keuangan: Mbak Oke yang selalu minta laporan setelah OT selesai.. Supervisor: Mas Isna (3), Mas Wisnu (10), Mbak Hani (8) yang selalu saya recokin dengan pertanyaan “Kerjaan supervisor apa sih mas/mbak?” dan tim yang hebat gardep 15,16,17,18 (dimana saya pernah kerja bareng) dan tim OT yang solid Ari (16), Mbak Iyum (12), Anton (14), Rizal (17) dan pertemanan yang luar biasa yang gak bisa saya sebutin semuanya..

* Tempat saya belajar senyum tulus tanpa dendam walaupun menghadapi konsumen yang menjengkelkan sekalipun..

* Tempat saya belajar atas sebuah “PILIHAN” dengan kuliah sambil kerja yang menumbuhkan tanggung jawab dengan nilai IPK yang tetap terjaga dan pekerjaan dengan cita-cita menjadi “Gardep of The Month” *Alhmadulillah pernah nyabet walaupun cuma 1 kali*

* Tempat saya bertemu dengan segala macam orang yang mengasah public speaking dan belajar lebih pandai bergaul alias supel..

* Tempat saya berdiskusi panjang atas nama cita-cita dan pencapaian diri sampai target hidup dan tak terasa ukiran Dagadu Djokdja semakin dalam di sejarah hidup saya.. my university of life..

* Dan tentunya.. menjadi tempat saya belajar atas nama CINTA.. Baik cinta saya pada pekerjaan sehingga sepenuh hati menjalankannya ataupun Cinta dalam arti sesungguhnya..

Terima kasih Dagadu Djokdja

Untuk torehan sejarah pada perjalanan saya.. sampai saya bisa menjadi seperti saat ini.. Sampai cita-cita saya tercapai “to have my own business” dengan kehadiran @cokelatroso dan @batikadhika

Semoga di 18th.. Dagadu Djokdja selalu berkarya atas nama kreatifitas untuk Jogja tercinta.. Tetap memberikan kontribusi terbaik untuk mahasiswa Jogja dan berpartisipasi menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.. dan Sukses atas nama bisnis yang tidak hanya bertahan tapi juga berkembang..

Last but not Least… Dagadu Djokdja is always inspiring for me…

Happy Anniversary 18th Dagadu Djokdja… Congratulation!

Aku dan Cokelat…


Pameran Sahid Festival Jakarta - 26 Juni 2011

Rasanya ingin sekali berbagi bagaimana akhirnya aku membuat sebuah pilihan.. Cita-cita menjadi seorang carrier woman dan banting stirku menjadi womanpreneur..  Namun apa daya karena hasrat menulis tiba2 selalu hilang begitu saja karena satu kata ampuh yang tak dapat kusingkirkan alias “malas”

Saya lahir di keluarga entrepreneur.. Hampir seluruh keluarga saya adalah trah bakul *begitu kami menyebutnya* tapi justru kehidupan sehari-hari yang penuh dengan diskusi bisnis tidak membuat saya ingin melanjutkan begitu saja bisnis keluarga yang memang sudah settle. Justru saya memilih untuk bekerja di tempat orang dimana saya akan belajar semuanya dari bawah..

Sejak semester 2 di bangku kuliah S1 saya selalu nyambi bekerja.. dari penyiar radio, bergabung di PT. ADD, penyiar tv dan berbagai macam kompetisi Dimas Diajeng Jogja sampai akhirnya bisa berangkat SSEAYP tahun 2008. Setelah semua ini pilihan saya pun tetap bukan mengurusi bisnis keluarga.. Saya musti hijrah ke Batam ke Infinite Frameworks dan partime di Kei FM Batam.

Keinginan untuk pulang ke Jogja dan memulai bisnis sendiri mulai membara walau saya bingung harus bisnis apa.. Fashion saat itu menjadi salah satu pilihanku tapi rasanya saya biasa aja.. ga juga orang yang sangat fashionable dan berani coba buat pake model baju baru.. Urusan baju kyanya kasih aja ke Santi Zaidan deh.. Dia lebih lihay dan hobby menjahit tentunya.. Akhirnya nekat tetep pulang Jogja dan menyandang lagi status “jobless”

Bertemu dengan orang hebat.. Terima kasih untuk Firmansyah Budi Prasetya yang udah ngajakin nangkring bareng dan hadirlah obrolan cokelat untuk direalisasikan jadi bisnis.. dan membuat pilihan saya tidak abu-abu lagi.. Terima kasih untuk Kang Kiki Chocodot dengan pelajaran yang tak pernah henti sampai Cokelat Roso berkembang seperti sekarang..

Pada akhirnya kupikir carrier woman atau womanpreneur adalah sebuah pilihan.. Pilihan dimana kamu akan berkarya.. Pilihan dimana kamu akan menjadi seseorang yang bisa berguna untuk lingkungan sekitar kamu.. Pilihan bagaimana kamu akan menorehkan sejarah dalam hidupmu..

Saya persembahkan ini untuk keluargaku.. Bapak dan Ibu.. yang selalu memberikan kesempatan untukku memilih jalanku.. memberikan support tak terhingga disetiap langkah hidupku.. dan do’a yang tak pernah putus untukku.. dan untuk adikku.. aku akan selalu berusaha menjadi kakak yang baik.. tapi akan selalu kuingatkan.. pilihlah jalan hidupmu sendiri.. dan torehkanlah sejarahmu sendiri.. yang indah untuk hidupmu..

Dan semoga.. hidupku  bisa menjadi inspirasi untukmu…

Dusun Ganden Banyuadem Muntilan


Setelah sekian lama tidak menuangkan apapun dalam sebuah tulisan untuk blog ini… rasanya kali ini pengen banget sharing ke semua yang sempat mampir ke blog yang telah saya abaikan sekian lamanya…

As you know about Merapi eruption lately… i went to Muntilan two days ago. Saya menerima sekian dana dari teman-teman yang bekerja di Infinite Frameworks dimana saya juga sempat bekerja disitu. Sekian lama mencoba mencari tempat yang paling membutuhkan bantuan dan semakin dipilih tentunya semakin bingung karena banyak banget yang membutuhkan bantuan apalagi pasca bencana.

Sleman sampai harus ditutup dan diamankan di ring 15 km, tapi sekarang sudah berkurang menjadi 10 km. Alhamdulillah. Tapi kota Jogja i can say we are find… kehidupan masih berjalan dengan baik, aman dan nyaman. Namun Merapi pastilah membawa dampak perekonomian yang sempat tersendat dan sekarang Alhamdulillah mulai berjalan lagi dengan dibukanya Bandara Adisucipto.

Back to Muntilan! Saya mendatangi salah satu posko bantuan yang di koordinasi oleh mahasiswa KKN UGM gabungan dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Hukum. Tepatnya di daerah Kadiluwih. Berawal dari menelpon contact person untuk menanyakan apa yang paling dibutuhkan sekarang. Setelah sempat berhenti dari rutinitas membuat nasi bungkus, ternyata kebutuhannya pun masih belum bergeser dari Sembako.

Ketika saya sampai ke Kadiluwih, laporan dari teman-teman KKN UGM bahwa para pengungsi sudah kembali ke desanya sebanyak 300 orang. Dan mungkin akan banyak lagi yang akan kembali ke rumah masih-masing. Namun pesan dari salah satu pengungsi Ibu Kadus (Kepala Dusun) Ganden, kami pasti membutuhkan bantuan untuk pasca bencana di desa kami masing-masing.

Saat itu juga saya bersama salah satu mahasiswa KKN UGM berangkat ke desa Ganden, Banyuadem, Muntilan. Sungguh sedih melihat pemandangan yang tidak indah pada saat perjalanan menuju Dusun Ganden. Masih banyak abu dimana-mana bahkan di jalan utama Muntilan pun abu masih tebal.

Jalan Utama menuju Muntilan (Minggu, 21 Nov 2010)

 

Jalan menuju Dusun Ganden

Disepanjang jalan menuju Dusun Ganden, masih saja disuguhi dengan pemandangan yang tidak indah. Banyak sekali pohon-pohon salak yang daunnya tumbang akibat hujan pasir yang terus menerus dan tidak dibarengi hujan air.

Sungguh betapa hebatnya bencana ini. Dusun Ganden terletak di range 12 km dari Gunung Merapi. Terdapat 124 keluarga yang terbagi dalam 4 RT atau Rukun tetangga. Tapi dampaknya terlihat luar biasa. Rumah-rumah pun dipenuhi oleh pasir dan abu sampai hampir 30 cm. Dan ekonomi menjadi lumpuh karena mata pencaharian utama penduduk disini adalah pedagang salak. Akan membutuhkan waktu sekitar 2,5 tahun untuk memulihakan kebun salak seperti sedia kala. Informasi inilah yang saya dapatkan dari warga Dusun Ganden yang juga hadir Ibu Kepala Dusun Ganden, Ibu Mufti Inayah dimana kami disambut di kediaman Bapak Imam.

Disinilah saya tinggalkan amanat teman-teman Infinite Frameworks yang selama ini biasanya bantuan ada di tempat pengungsian tapi kali ini saya antarkan ke desa langsung sebagai bentuk kepedulian kecil kita untuk pasca bencana. Dan di dusun inilah teman-teman KKN UGM akan mendirikan posko lagi untuk membantu masyarakat membangun kembali desanya setelah terjadinya erupsi Gunung Merapi.

Sungguh semangat mereka untuk membangun kembali desanya tetap ada walaupun tidak sedikit yang telah hilang. Keikhlasan terpancar  dari para warga untuk menerima musibah ini, yang telah dipeluk menjadi sebuah cerita perjalanan hidupnya. Dan sebagai agenda awal pembangunan kembali, warga Dusun Ganden akan mengadakan kerja bakti untuk membuka akses jalan yang tertutup oleh pohon2 yang tumbang, selanjutkan mereka akan merawat kembali kebun salak mereka.

Sekali lagi terima kasih teman-teman Frameworkers Batam… Semoga bantuan ini bermanfaat untuk yang menerima, menjadi pahala dari yang memberikan dan menjadi pelajaran indah untuk kita semua akan hidup yang peduli sesama dan lingkungan sekitar kita.

Salam Meraih Mimpi!

Nyolong Waktu…


Hm… “Nyolong Waktu” …

Korupsi yang satu ini kadang susah sekali di lacaknya.. Karena yang satu ini yang di colong alias di korupsi adalah waktu kerja yang panjang trus dipendekin untuk doing something yang ga ada hubungannya sama pekerjaan. Paling gampang adalah untuk mengurangi kepenatan pekerjaan dan tidak perlu untuk berpindah tempat ya browsing ajah.. Hm..

Apa ya yang di liat kalo udah mulai “gaya batu” di depan laptop??!! Itu semua tergantung sama interest setiap pribadi masing-masing. Facebook mungkin menjadi salah satu tempat nongkrong favorit di dunia maya. Wedew.. para twitter addict yang hobbynya update ini itu untuk sekedar membuang “sampah” yang ada di pikiran dan ga penting disimpen, tapi waktunya ga tepat kalo mau curhat on air!! Ya udah.. nge-tweet ajah deh..

Ada ga sih cara nyolong waktu lainnya ketika kamu di kantor.. Pastinya banyak hal bisa dilakukan.. Salah satunya meluangkan waktu untuk “smoking time” untuk para smoker.. ditambah lagi dengan secangkir kopi ataupun teh dan menikmati sore hari bukan di depan pekerjaan yang mungkin masih menumpuks.. Weee.. betapa menyenangkan sekali ini.. *lirik diri sendiri*

Hal lain lagi adalah punya satu ruangan favorit yang bisa dijadiin tempat menyendiri sejenak dari semua rutinitas pekerjaan dan bahkan bisa dijadiin tempat ngumpet sebentar ajah dari orang-orang di kantor yang mungkin lagi negatif auranya karena pressure kerjaan yang membludag.. *mpe mau tumpah dan bikin muntah* huhuy.. yang satu ini neh tentunya aku punya.. apalagi kalo judulnya untuk curhat mode on sambil menangis karena kepenatan kantor maupun sesaknya hati..

Hm.. nyolong waktu yang begini ini neh yang kadang bikin keluar dari tempat persembunyian matanya jadi bengep-bengep.. Ga apa-apa deh.. yang penting hati lega.. ga peduli juga dengan jarum jatuh di kantor yang terdengar dan menjadi gossip dan menyerbak mewangi seperti semprotan otomatis yang bikin wangi ruangan.. hadeh.. *lirik diri sendiri lagi sebagai salah satu tukang gossip di kantor*

Apapun kegiatannya.. apa pun yang dilakukan tapi kalo memang butuh waktu sejenak untuk diri sendiri disaat kebosanan melanda dan hinggap seperti lebah terus menyedot energi positif kita di kantor *kaya bunga yang diambil madunya sama lebah*, Nyolong Waktu mungkin bisa jadi salah satu solusinya..

Nyolong waktu itu mungkin bisa membantu untuk mengembalikan otak yang udah jalan-jalan kemana-mana.. menempatkan pikiran kembali, sama dengan dimana badan kita berada.. trus bisa fokus lagi sama kerjaan yang harus diselesain, kembali ke depan laptop dan akhirnya.. “gaya batu” mode on lagi..

End of thoughts.. let’s have a tea time!! Loh!!

Things I Miss in Jogja


Here are what i miss about Jogja:

  1. Sit in small coffee shop, enjoy jazzy music, dyingly miss hot chocolate.. and drown myself to some interesting book!!
  2. Meet friends and talk, talk, talk to share about everything..
  3. Share passion and dreams
  4. Enjoy wedang ronde and wedang uwuh
  5. Driving in Jogja at night

to be continue…

Luangkan Sedikit Waktumu Untuk Memberi Vitamin Hati…


Rasa-rasanya lama sekali aku tidak ber malas-malasan… hanya sekedar berdiam diri… santai di tempat tidur… nonton TV sepanjang hari… Update dengan seluruh gossip artis Indonesia… *loh!!! lol* Dan yang pasti lama sekali rasanya aku tidak “meluangkan waktu” untuk membuang segalanya dan di tumpahkan pada media ini… dimana kamu sedang membacanya… Dan yang jelas lama sekal rasanya aku tidak memberikan vitamin pada hatiku… Waks??? Apa yak itu vitamin hati…

Entah interpretatione apa yang akan muncul dalam benakmu apa itu Vitamin Hati. Bahkan mungkin juga belum ada interpretation apa-apa dalam pikiranku untuk menterjemahkan Vitamin Hati. Mungkin diantara kamu ada yang berfikir itu CINTA atau SAYANG… kalo itu menjadi salah satu kata yang ada di benakmu, mungkin saja itu adalah salah satunya… mungkin saja rasa itu bisa memberikan Vitamin dalam hati kita… apalagi yang sedang hampa dan belum punya kekasih hati *lirik diri sendiri! lol ke-2!!* Weits… Meluangkan waktu bersama keluarga atau sahabat bisa juga kan…

Apa lagi dunk… masa  hanya Cinta dan Sayang?? NOB Honey… I dont think so!!! Mungkin Vitamin Hati tidak harus dipenuhi dengan Cinta dan Sayang… bisa juga dengan memberi waktu untuk diri kita sendiri… seperti yang kutulis di atas tadi… itu hanyalah sebagian kecil contoh aktifitas yang bisa dilakukan sendiri… dan kupercaya bahwa setiap orang mempunyai cara sendiri untuk meluangkan waktu untuk diri sendiri…

Vitamin Hati. Masih dengan bahasan yang satu ini. Cara lainnya lagi bisa juga dengan mengasah Spiritual Quotient kita… Hm… Memperbanyak ibadah sunnah dan memperbanyak doa sebagai cara meditasi dan komunikasi kita pada Yang Maha Satu. Belajar untuk menjadi seseorang yang lebih ikhlas akan segala sesuatu *yang pasti susyah banget ya…* mungkin juga menjadi Vitamin Hati dengan cara yang lain.

Satu lagi yang ingin kubahas sebagai Vitamin Hati kali ini. Mengasah Emotional Quotient. Ini neh juga merupakan hal yang tidak sulit tapi juga sangat tidak mudah untuk dijalanin. Sangat bukan hal yang mudah untuk mengontrol emosi ini. Palagi ketemu hal-hal yang menjengkelkan yang bawaannya pengen bikin ngamuk ajah… Tapi menahan emosi juga bisa diartikan dengan menahan rasa yang menggebu… Entah rasa apapun yang ada di dalam hati yang kadang harus ditahan sampai menusuk agar tidak tertuang atas nama EMOSI. Weiittsss… Kalau gini bukan jadi Vitamin Hati kali ya… hahaha… bis suruh nahan emosi pasti rasanya ga karuan… alhasil menjadi menangis mode on deh *lirik diri sendiri lagi!*

Well, end of this thought, kemali ke diri masing masing saja lah… semua pasti punya caranya sendiri untuk menikmati waktu “me time” untuk memberikan ruang dan Vitamin pada Hati masing-masing…

*menyampah di sela-sela kerja, karena hawa weekend telah hadir*

\\tiny\hrd\Recruitment\TEST MATERIAL_20100218\2D Animator\test complex_1

Happy Long Weekend…


Wew.. Love this weekend. We have 4 days holiday.. Not only Saturday and Sunday.. huhuy… Tuesday is a public holiday in Indonesia. Monday is also holiday because we went to office last Saturday.. weheyy..

*penting ga sih post ini??!! Hadeww!!*

Happy Long Weekend